Minggu, 27 Mei 2012

_-TOBAT-_

oleh Iruel CahLafingloyalhearth

Bismillahir-Rahmanir-Rahim....
Jika engkau belum mempunyai ilmu ,
hanyalah prasangka,
Maka milikilah Prasangka yang baik
tentang Tuhan.

Jika engkau hanya mampu
merangkak,
Maka merangkaklah kepada-Nya ! ...
Jika engkau belum mampu berdoa
dengan khusyuk,
Maka tetaplah persembahkan doamu
Yang kering, munafik dan tanpa
keyakinan;
Karena Tuhan dengan Rahmat-Nya
Akan tetap menerima uang
palsumu! ...

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan ,
Maka kurangilah menjadi sembilan
puluh sembilan saja
Begitulah caranya! ....

Wahai Pejalan !
Biarpun telah seratus kali engkau
ingkar janji,
Ayolah datang, dan datanglah lagi!...
Karena Tuhan telah berfirman :
“Ketika engkau melambung keangkasa
Ataupun terpuruk kedalam jurang,
Ingatlah kepada-KU

Karena AKU-LAH JALAN ITU”

( jalaudin Rumi)

___RENUNGAN INDAH___


Ketika semua orang memuji milikku ..

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah
titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya ..

Bahwa rumahku hanyalah titipan-
Nya ..

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya ..

Bahwa semua milik ku hanyalah titipan-Nya ..


Tetapi, mengapa aku tak pernah
bertanya:

Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini
padaku ?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang
harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu
yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali
oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu
sebagai musibah ..

Kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu
sebagai petaka ..

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja
untuk melukiskan kalau itu adalah
derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan
yang cocok dengan hawa nafsuku ...

Aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,

kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah
hukuman bagiku ...

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika:

Aku rajin beribadah, maka
selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap
menghampiriku ....

Kuperlakukan Dia seolah mitra
dagang, dan bukan kekasih ..

Kuminta Dia membalas “perlakuan
baikku”,

Dan menolak keputusan-Nya yang tak
sesuai keinginanku ...


Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup
dan matiku hanya untuk beribadah...


(Puisi terakhir Rendra yang
dituliskannya diatas ranjang RS)

_MANUNGGALING KAWULO GUSTI_

Seperti tetes-tetes air yang
mendinginkan kerak bebatuan
yang cadas dan keras.
Kesan batin
inilah bila kita membuka-buka
halaman buku tasawuf. Belajar
Tasawuf memang tidak
menjanjikan kesaktian dan
kekuatan badan.
Ia juga tidak
menjanjikan satu cara agar
mendapatkan kekayaan, kekuasaan
dan kedigdayaan di dunia.
Namun, dari tasawuf kita
mendapatkan bekal agar mampu
merangkai sesuatu yang berserak
di batin, dan selanjutnya bisa
menggerakkan kita agar bersiap
diri untuk sebuah perjumpaan
dengan Tuhan Yang Maha Melihat.
Betapa kering hidup ini bila kita
hanya berkutat pada aturan, pada
hukum, pada syariat. Namun tidak
pernah menyelami samudra
hakikat dari hukum syariat
tersebut.
Syariat itu dibuat tidak
hanya untuk ditaati, namun pasti
jelas ada tujuannya.
Syariat
mengharuskan seseorang muslim
untuk sholat, namun apa tujuan
sholat. Inilah saat kita memasuki
wilayah hakikat dan kemudian
tujuan sholat ditemukan yaitu
bersujudnya “diri” kepada DIRI
YANG MAHA SEJATI.
Secara
otomatis, bila kita bersujud
kepada DIRI SEJATI, maka kita
diharapkan untuk selalu menyatu
dan dekat dengan iradat-NYA,
kehendak-NYA. Dalam terminologi
agama dikatakan sebagai TAKWA.

Dalam sebuah perjalanan spiritual
menuju DIRI YANG MAHA SEJATI,
setidaknya kita membutuhkan
bekal yaitu pengetahuan sebab
perjalanan itu adalah perjalanan
yang orientasinya tidak ke luar,
namun ke dalam diri. Kita tidak
membutuhkan jutaan kilometer
jarak tempuh perjalanan dengan
kaki dan peluh yang bercucuran,
namun yang kita perlukan adalah
milyaran kehendak baik di dalam
diri untuk selalu ingin berbuat
kebajikan. Serta trilyunan perilaku
sekecil apapun yang luhur. Inilah
sesungguhnya perjalanan batin
yang orientasinya hanya agar DIA
mendekat menjadi ENGKAU dan
kemudian dekat-sedekat-dekatnya dg
DIRI YG MAHA SEJATI.